Rabu, 23 Februari 2011

Nasib Tenaga Harian Lepas Tbpp di Kabupaten 50 Kota, Sumbar

1296547058145492631
BP3K Kecamatan Suliki, Kabupaten 50 Kota
Menjadi tenaga harian lepas (THL) Tenaga Bantuan Penyuluh Pertanian (TBPP) merupakan tenaga sangat penting dalam memajukan dinamika masyarakat di pedesaan. Demikian pula yang dilakukan oleh Susiani Nofrianti di Kecamatan Bukit Barisan, Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat.
Susiani dan  187 rekan yang direkrut pada Angkatan I  merupakan tenaga relawan yang memberikan penyuluhan pertanian kepada para petani dan keluarga tani demi tujuan meningkatan SDM Petani sesuai dengan program Pusat Farme Managed Agriculture (FMA) yang dibiayai oleh Bank Dunia. Demikian dikatakan Susiani, Selasa (1/2) di Kantor Penyuluhan Pertanian. Setiap nagari mendapatkan bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp.20 juta per tahun  selama 4 tahun. Para penyuluh pertanian memberikan penyuluhan  membuat pembibitan pada tanaman yang cocok di masing-masing area nagari; membuat Kanefo ubi; minyak VCO; sampai pembuatan pupuk organik. Selama pelatihan diharapkan dapat membangun kemandirian petani dan ibu tani yang ada.
12965475131428290551
Pembuatan Juice dari buah manggis
Beberapa program yang telah dilaksanakan antara lain membuat minuman dari buah manggis. Saat ini Susiani dan ratusan kawan-kawan seangkatan serta angkat II dan III yang total keseleruhannya adalah 380 orang mengharapkan agar pemerintah pusat dapat memperhatikan nasib para petani di wilayah Sumatera Barat khususnya di Kabupaten Limapuluh Kota. Ia dan kawan-kawannya tidak mengeluh meski setiap tahun hanya diperhitungkan bekerja selama 10 bulan gaji. Menurutnya, penyuluh yang berasal dari SLTA; D3 dan Sarjana berharap perhatian pemerintah dalam memikirkan nasib mereka setelah usai program Bank Dunia.
Kecamatan Bukit Barisan merupakan kecamatan yang sulit dicapai oleh kendaraan umum di Kabupaten Limapuluh Kota. Karena medannya yang berat, maka para penyuluh pertanian melakukan rotasi tugas yang saling bahu membahu dalam memberikan penyuluhan.
12965475681769785411
Mengemas juice manggis kedalam botol packing yang dapat bertahan 6 bulan dan mutunya terus ditingkatkan sesuai standard BPOM
Tujuan utama dari FMA adalah demi  untuk meningkatkan pendapatan petani kecil, penguatan lembaga-lembaga
di tingkat lokal yang partisipatif dengan basis yang luas pada tingkat akar rumput.
• Tiga komponen utama pada program ini: (1) pendirian Balai Penelitian Pertanian Naibonat (BPTP) untuk
mengadakan penelitian dan pengkajian penerapan teknologi yang berbasis sumber daya, keikutsertaan petani,
dan kekhususan lokal dengan penekanan pada perencanaan, manajemen dan pengambilan keputusan yang
terdesentralisasi; (2) pembangunan wilayah berbasis pertanian, termasuk intensifikasi pertanian sebagai sistem
produksi pertanian di dalam jaringan irigasi di pedesaan, uji coba teknologi perbaikan tanaman daerah kering
/ peternakan hewan, distribusi hewan ternak secara kredit, pengembangan tanaman makanan ternak sapi/kuda,
vaksinasi ternak unggas, intensifikasi bercocok tanam di halaman rumah, sarana jalan menuju ke peternakan,
dan inisiatif masyarakat setempat; dan (3) penguatan pelayanan-pelayanan pendukung pertanian dan administrasi proyek pada tingkat propinsi, kabupaten, dan kecamatan melalui rehabilitasi dan peningkatan fasilitas-fasilitas untuk pelayanan pertanian, pelatihan staf, lokakarya, seminar-seminar, dan bantuan teknis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar