jarkam.blogspot.com
Jaringan Komunikasi Antar Masyarakat disingkat Jarkam merupakan sarana untuk semua masyarakat dalam menyuarakan keinginan dan harapannya. Jarkam juga dimaksudkan sebagai wadah menampung aspirasi yang tidak tersuarakan selama ini.
Kamis, 04 Agustus 2011
Rabu, 23 Februari 2011
Raja Bijak Raja Disembah, Raja Lalim Raja Disanggah
Peribahasa bijak selalu hadir di segala jaman. Meski adanya otonomisasi daerah, dimana bupati dan walikota konon sering di-identikan menjadi “raja-raja kecil” namun tidak semuanya berlaku di Payakumbuh. Di sini masyarakatnya terkenal kritis dalam menilai kepemimpinan seseorang. Sebab, dalam sebuah kurun kepemimpinan seorang walikota di Payakumbuh pernah ada yang “diturunkan” oleh DPRD di tengah jalan. Inilah bukti, bagaimana kritisnya masyarakat di tempat kelahiran SP.
Pada Rabu(5/1) adalah ulang tahun ke-60 dari Walikota Payakumbuh, Sumbar. Salah seorang yang mengucapkannya adalah SP, yaitu menunggu beliau selesai mandi di rumah dinas dan akan berangkat ke kantor walikota.
Dalam analisa SP, sang walikota Payakumbuh yang akan mengakhiri masa jabatannya pada pada 2012 merupakan figur yang cukup bersih dalam menjalankan kepemimpinannya (sampai KPK membuktikan yang lain). Masyarakat Payakumbuh membutuhkan penerus kepemimpinannya yang dapat diterima oleh mayoritas pemilih dalam Pilkada 2012 nanti (bila kebijakan tidak berubah, yaitu tetap Pilkada langsung).
Di Payakumbuh tidak dikenal istilah “raja-raja” kecil yang sering disindirkan media massa selama ini. Yang ada adalah raja jalanan yang berbeda dengan raja jalanan yang dikenal di Jakarta (sepeda motor). Di sini yang dikenal sebagai raja jalanan adalah yang di bawah ini:
Apa gambar di atas kurang jelas? Baiklah ditambah dengan yang ini:
Juga mereka merajai area di dalam stadion pacuan kuda:
Pada Rabu(5/1) adalah ulang tahun ke-60 dari Walikota Payakumbuh, Sumbar. Salah seorang yang mengucapkannya adalah SP, yaitu menunggu beliau selesai mandi di rumah dinas dan akan berangkat ke kantor walikota.
Bersama Walikota Payakumbuh,Capt.H. Josrizal Zain, SE, MM di rumdis-nya
Di Payakumbuh tidak dikenal istilah “raja-raja” kecil yang sering disindirkan media massa selama ini. Yang ada adalah raja jalanan yang berbeda dengan raja jalanan yang dikenal di Jakarta (sepeda motor). Di sini yang dikenal sebagai raja jalanan adalah yang di bawah ini:
Merajai di jalanan di luar stadion pacuan kuda, Payakumbuh
Tidak usah dijelaskan mahkluk apa ini, kan? Kalau juga nggak mengerti, sangat kelewatanlah…
Menguasai stadion dengan bukan saja menduduki, tapi memijaki dan menghabisi rumput yang ada di dalam stadion
Yang Perlu diperhatikan Walikota Payakumbuh
Mungkin ini yang perlu diperhatikan oleh seorang walikota di Payakumbuh menjelang akhir masa jabatannya pada 2012 nanti adalah:
Pertama: Kebersihan di pasar jangan hanya diperhatikan di luar dekat jalan saja.
Kedua, tingkat hunian pasar yang mengkuatirkan namun masih sangat “membuka” pemilik modal besar sehingga pada Maret 2009 dibukalah Ramayana sebagai “raksasa pesaing” para pengusaha lokal di Payakumbuh.
Ketiga, kapan nih diresmikan los pasar renovasi di Nunang?
Tiga hal yang menjadi pertanyaan tentang pasar ini sangat mendasar. Mengingat saat ini roda perekonomian masyarakat di Payakumbuh sangat memerlukan kebijakan tentang pasar yang baik. Pemko Payakumbuh hendaknya memperhatikan keberadaan pedagang lokal yang telah menciptakan “pasar” bukan semata membuka peluang para pemilik modal besar seperti Ramayana misalnya. Untuk sementara ini belum terlihat dampaknya antara keberadaan pasar modern yang bersaing dengan pasar tradisional. Namun, lama-kelamaan budaya masyarakat pun akan dipengaruhinya.
Banyak yang perlu dipertahankan diperbaiki dari apa yang sudah ada selama ini, bukan mengadakan yang baru saja.
Pertama: Kebersihan di pasar jangan hanya diperhatikan di luar dekat jalan saja.
Kondisi pasar di bagian belakang kurang terjaga oleh Dinas Pasar setempat
Ramayana diklik dari atas Mesjid Muhammadiyah, Payakumbuh. Dulu adalah kantor Walikota Payakumbuh sebelum pindah di simpang Ngalau, Koto Nan Ampek arah jalan Payakumbuh-Bukittinggi
Los-los pedagang kaki lima yang berada di sekitar Terminal Angkot Kelurahan Nunang
Banyak yang perlu dipertahankan diperbaiki dari apa yang sudah ada selama ini, bukan mengadakan yang baru saja.
Kota Kuliner Payakumbuh
Sepanjang jalan Soekarno-Hatta, Payakumbuh geliat PKL kuliner terlihat sejak mulai pukul 16 sore. Mereka umumnya berdagang dengan mendirikan tenda seperti yang terlihat di depan Plaza Payakumbuh yang dibangun pada 1980-an dan mulai terlihat kumuh kondisinya:
Para PKL mengambil sebagian jalan yang pada siang hari terlihat lengang, namun malam hari terlihat seperti pasar malam saja nampaknya.
Umumnya masakan di luar masakan Minang yang umumnya ada di restoran. Sebagian berupa sate Pariaman, Sate Padang Panjang, Martabak Kubang
Referensi Tempat Kuliner di Payakumbuh
Menyambut demikian animo para pembaca kompasiana yang memberikan tanggapan serta menanyakan dimana tempat kuliner yang enak di sepanjang Jalan Soetta, Payakumbuh (kecuali Bakso Borobudur), maka dengan ini SP muat beberapa tempat saja yang memungkinkan untuk didatangi dan dicoba masakannya:
Selain RM yang mencitrakan masakan Minangkabau lainnya seperti RM Asia Baru, ternyata Kota Payakumbuh sangat toleran dengan banyaknya aneka kuliner dari luar daerah Sumatera Barat seperti Bakso Borobudur dan Bakso Ateng.
Selain yang ada kedua di atas, berhubung hp kamera sudah low bat, maka tidak bisa ditampilkan lainnya. Kompasianer, Yunus sudah sempat mengatakan ada juga RM Pergaulan–yang tidak bermaksud menyaingi lagu Rhoma Irama, “Perdamaian”.
Menu masakan di Payakumbuh terasa akrab dengan lidah siapa saja, tidak terlalu pedas dan tidak terlalu manis.
Hmm, enaknya bila cicipi masakan di…
Sambil santai, ah….
Rumah Makan MINANG ASLI. Ini adalah salah satu pemilihan nama yang ingin mengatakan bahwa rumah makan yang didirikan adalah
Tidak sempat SP tanya apakah pemiliknya adalah Ateng si Pelawak seangkatan Edy Sud dan Bing Slamet. Atau bisa juga mungkin berarti
Tawaran cita rasa lainnya di Payakumbuh
Sudimoro alias sudidatang
kedai kopi daun
yuk minuuummm….
Bioskop Boleh Cuma 1, Tapi, Warnet Ada100-an Tempat (Catatan Harian di Payakumbuh)
Kabupaten dan kota yang ada di Sumatera Barat boleh mencibir Payakumbuh yang cuma punya 1 bioskop “taratak bungo karang”, namun urusan warnet (warung internet) di sini ada ratusan lebih. Jauh lebih banyak dibanding Bukittinggi bahkan mungkin Padang, ibukota Sumatera Barat.
Mengapa begitu? Payakumbuh, dikenal sebagai kota kuliner juga sebagai Kota Pelajar sebagaimana dikenalnya Yogyakarta sebagai Kota Pelajar.
Cuma, jangan berharap mau naik taxi dari Payakumbuh ke Bukittinggi. Anda akan terlalu lama menunggu. Cukup sediakan uang Rp.6.000,- saja, maka dapat Anda tempuh selama 33 menit Bukittinggi dengan otobus yang cukup kuno bentuknya.
Ini ada taxi yang terekam laksana UFO saat SP mau ke warnet di Jalan Soekarno Hatta, Payakumbuh.
Yang perlu ditingkatkan adalah pemeliharaan jalan dan kebersihan saja di Payakumbuh. Sebab, hingga hari, Senin (31/1/2011) masih banyak jalan yang rusak parah namun luput dari pemantauan dinas terkait, antara lain jalan di Pasar Payakumbuh yang laksana kubangan kabau (kerbau) besarnya.
Lainnya:
Inilah salah satu warnet terbesar dengan belasan unit komputer modern dan asri suasanya. Jauh dari kebisingan bila dibanding warnet yang ada di pusat kota, misalnya.
Cuma, jangan berharap mau naik taxi dari Payakumbuh ke Bukittinggi. Anda akan terlalu lama menunggu. Cukup sediakan uang Rp.6.000,- saja, maka dapat Anda tempuh selama 33 menit Bukittinggi dengan otobus yang cukup kuno bentuknya.
Ini ada taxi yang terekam laksana UFO saat SP mau ke warnet di Jalan Soekarno Hatta, Payakumbuh.
Taxi di Payakumbuh seperti menunggu Crop Circle dan UFO Akan Mendarat Dimana-mana. LIhat http://sosbud.kompasiana.com/2011/01/31/crop-circle-dan-ufo-akan-mendarat-dimana-mana/
Kubangan kabau di Jalan Nunang(1)
Di Jalan inilah masyarakat ba-bendi bendi ka Pasa Payakumbuh, aduh beceknya…siapolah yang tanggung, siapolah nan marasai…(syair nyeleneh Babendi-bendi ka Sungai Batang)
Langganan:
Komentar (Atom)