Tampilkan postingan dengan label dikutip dari kompasiana.com 29 Januari 2011. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dikutip dari kompasiana.com 29 Januari 2011. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Februari 2011

Raja Bijak Raja Disembah, Raja Lalim Raja Disanggah


Peribahasa bijak selalu hadir di segala jaman. Meski adanya otonomisasi daerah, dimana bupati dan walikota konon sering di-identikan menjadi “raja-raja kecil” namun tidak semuanya berlaku di Payakumbuh. Di sini masyarakatnya terkenal kritis dalam menilai kepemimpinan seseorang. Sebab, dalam sebuah kurun kepemimpinan seorang walikota di Payakumbuh pernah ada yang “diturunkan”  oleh DPRD di tengah jalan. Inilah bukti, bagaimana kritisnya masyarakat di tempat kelahiran SP.
Pada Rabu(5/1) adalah ulang tahun ke-60 dari Walikota Payakumbuh, Sumbar. Salah seorang yang mengucapkannya adalah SP, yaitu menunggu beliau selesai mandi  di rumah dinas dan akan berangkat ke kantor walikota.
1296269514818253108
Bersama Walikota Payakumbuh,Capt.H. Josrizal Zain, SE, MM di rumdis-nya
Dalam analisa SP, sang walikota Payakumbuh yang akan mengakhiri masa jabatannya pada pada 2012 merupakan figur yang cukup bersih dalam menjalankan kepemimpinannya (sampai KPK membuktikan yang lain). Masyarakat Payakumbuh membutuhkan penerus kepemimpinannya yang dapat diterima oleh mayoritas pemilih dalam Pilkada 2012 nanti (bila kebijakan tidak berubah, yaitu tetap Pilkada langsung).
Di Payakumbuh tidak dikenal istilah “raja-raja” kecil yang sering disindirkan media massa selama ini. Yang ada adalah raja jalanan  yang berbeda dengan raja jalanan yang dikenal di Jakarta (sepeda motor). Di sini yang dikenal sebagai raja jalanan adalah yang di bawah ini:
12962704651716703840
Merajai di jalanan di luar stadion pacuan kuda, Payakumbuh
Apa gambar di atas kurang jelas? Baiklah ditambah dengan yang ini:
12962704521570936692
Tidak usah dijelaskan mahkluk apa ini, kan? Kalau juga nggak mengerti, sangat kelewatanlah…
Juga mereka merajai area di dalam stadion pacuan kuda:
12962701981116758018
Menguasai stadion dengan bukan saja menduduki, tapi memijaki dan menghabisi rumput yang ada di dalam stadion

Yang Perlu diperhatikan Walikota Payakumbuh

 
Mungkin ini yang perlu diperhatikan oleh seorang walikota di Payakumbuh menjelang akhir masa jabatannya pada 2012 nanti adalah:
Pertama: Kebersihan di pasar jangan hanya diperhatikan di luar dekat jalan saja.
1296271575813448026
Kondisi pasar di bagian belakang kurang terjaga oleh Dinas Pasar setempat
Kedua, tingkat hunian pasar yang mengkuatirkan namun masih sangat “membuka” pemilik modal besar sehingga  pada Maret 2009 dibukalah Ramayana sebagai “raksasa pesaing” para pengusaha lokal di Payakumbuh.
1296272374161286653
Ramayana diklik dari atas Mesjid Muhammadiyah, Payakumbuh. Dulu adalah kantor Walikota Payakumbuh sebelum pindah di simpang Ngalau, Koto Nan Ampek arah jalan Payakumbuh-Bukittinggi
Ketiga, kapan nih diresmikan los pasar renovasi di  Nunang?
129627261053888615
Los-los pedagang kaki lima yang berada di sekitar Terminal Angkot Kelurahan Nunang
Tiga hal yang menjadi pertanyaan tentang pasar ini sangat mendasar. Mengingat saat ini roda perekonomian masyarakat di Payakumbuh sangat memerlukan kebijakan tentang pasar yang baik. Pemko Payakumbuh hendaknya memperhatikan keberadaan pedagang lokal yang telah menciptakan “pasar” bukan semata membuka peluang para pemilik modal besar seperti Ramayana misalnya. Untuk sementara ini belum terlihat dampaknya antara keberadaan pasar modern yang bersaing dengan pasar tradisional. Namun, lama-kelamaan budaya masyarakat pun akan dipengaruhinya.
Banyak yang perlu dipertahankan diperbaiki dari apa yang sudah ada selama ini, bukan mengadakan yang baru saja.